Pelaku pengeboman Lockerbie di Skotlandia pada 1988 akhirnya benar-benar dibebaskan dari penjara. Abdelbaset Ali Mohmed al-Megrahi (57) yang meledakkan pesawat Pan Am dan menewaskan 271 orang itu tiba di tanah airnya, Libya.
Pembebasan al-Megrahi yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup itu dilakukan karena dia menderita kanker prostat. Hal tersebut jelas menimbulkan pertanyaan dan kemarahan bagi para keluarga korban di Amerika Serikat dan Inggris.
Sebaliknya, kepulangan al-Megrahi disambut oleh ribuan orang muda bak seorang pahlawan. Dia mendarat di bandara militer di Tripoli pada Jumat pagi.
Dilansir Guardian, Jumat (21/8/2009), para pendukungnya terlihat menggunakan kaus bergambar dirinya, melemparkan bunga ke udara, dan mengibarkan bendera Libya serta Skotlandia yang diiringi musik.
Menteri Kehakiman Skotlandia Kenny MacAskill memilih untuk melepaskan al-Megrahi dengan alasan kemanusiaan. Menurut MacAskill, pria itu seharusnya diizinkan bersama keluarganya sebelum meninggal karena digerogoti kanker prostat.
Sekadar mengingatkan, insiden Pan Am penerbangan 103, juga dikenal sebagai pengeboman Lockerbie, terjadi dalam penerbangan harian Pan American World Airways dari Bandara Internasional Heathrow, London, ke Bandara Internasional John F Kennedy, New York, 21 Desember 1988.
Pesawat Boeing 747-100 terdaftar N739PA dan bernama "Clipper Maid of the Seas" meledak di udara pada saat terbang di atas Lockerbie, Dumfries, dan Galloway, Skotlandia. Ledakan berasal dari 340-450 gram peledak plastik yang ditempatkan di kargo depan.
Ledakan membuat pesawat itu hancur dengan cepat. Angin dengan kecepatan 100 knot (190 km/jam) bahkan menyebarkan penumpang dan barang lainnya sepanjang 130 kilometer. 271 orang dari 21 negara meninggal, termasuk 11 orang di darat.